
Merdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang akan menjadi tumpuan pariwisata lokal di Provinsi Lampung. Hal ini disampaikan Menteri Erick dalam kunjungan kerjanya di Lampung, pada Sabtu (15/10).
Erick Thohir mengatakan, pasca-pandemi Covid-19 pemerintah terus menjaga pertumbuhan ekonomi negeri dengan tetap memastikan keberlanjutan investasi proyek pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor pariwisata.
"Saya melihat proyek Bakauheni Harbour City ini potensi pariwisata yang luar biasa. Apalagi, dengan tersambungnya jalan tol Trans Sumatera mobilitas masyarakat akan terus meningkat. Saya apresiasi juga kepada manajemen ASDP yang telah membangun sistem e-ticketing, sehingga kini pengguna ferry tidak perlu antre lagi saat membeli tiket untuk menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Bahkan, dengan berlakunya sistem reservasi tiket online Ferizy, masyarakat bisa mengatur perjalanannya," tutur Erick dalam keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Minggu (17/10).
Dia mengungkapkan, proyek BHC memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi pariwisata lokal andalan di Lampung.
Pemerintah telah berkomitmen untuk menggelontorkan dana lebih dari Rp 500 miliar untuk pembangunan pariwisata Lampung, termasuk dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan dan air bersih.
Sedangkan nilai investasi Bakauheni Harbour City di Lampung Selatan tersebut mencapai Rp1 triliun. "Untuk keseluruhan satu kawasan Bakauheuni Harbour City nilai investasinya bisa mencapai Rp1 triliun," ujar Erick Thohir, dikutip dari Antara.
"Sebelum Covid-19, kontribusi terbesar pariwisata lokal mencapai 78 persen, sedangkan asing hanya 22 persen. Jadi, sudah seharusnya kita menggenjot investasi wisata lokal. BHC ini sudah tepat titiknya, diantara Sumatera dan Jawa. Saya berharap, kita dapat bersinergi bersama-sama dalam proyek ini, baik pemerintah pusat, daerah, dan BUMN," tuturnya.
Erick Thohir: Bakauheni Harbour City Jadi Tumpuan Pariwisata Lokal Lampung | merdeka.com - Merdeka.com
Kelanjutan artikel disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar